20 May 2012

Infeksi Alat Kandungan

Infeksi Alat Kandungan

- Di bagi menjadi :

  • Infeksi rendah : vulvitis, vaginitis, cervisitis disebabkan oleh bakteri, benalu, virus, myocis. Gejala paling umum : Leucorrea (Flour Albus)
  • infeksi tinggi : Endometritis, salphingitis, dan adnexitis
di batasi ostium uteri internum

Fluor Albus (keputihan)

  • fisiologis : jernih, tidak gatal, tidak berbau
  • disebabkan oleh transundat vaginal, sekret leher rahim, kelenjar bartholin dan kelenjar skene.
etiologi
  • corpus alineum
  • infeksi bakteri : G.Vaginalis, N.Gonorrhoeae, Chlamydia, M.Hominis,dll
  • linfeksi virus :DNA virus
1. Vulvitis

Radang selaput lendir labia dan sekitarnya.

gejala :
  • disuria
  • lekore dengan pruritus vulva
  • gangguan coitus
  • erythema pada labia dan introitus vagina
etiologi :
  • higiene yang kurang
  • gonococcus
  • candida albicans
  • trichomonas
  • oxyuris
  • diabetes
  • sekunder terhadap lokore dan fistel traktus genital
ulcus pada vulva :
  • ulcus tuberculosum
  • ulkus acutum vulva
  • ulcus lueticum/syphiliticum
  • ulcus molle
  • ulcus varicosum
komplikasi vulvitis :
  • bartholinitis
  • candyloma acuminata
penatalaksanaan :
  • terapi tunggal
2. Vaginitis

A. bakteri vaginosis :
  • disebut nonspesific vaginitis atau gandnerella vagintis
  • suatu perubahan flora bakteri vagina normal
diagnosis :
  • cairan vagina berbau
  • Ph sekret lebih dari 4.5
  • peningkatan jumlah sel pada sekret vagina
  • penambahan KOH ke sekret vagina menimbulkan bau amis
terapi :
  • metronidazole : 500 mg 2x1 /hari p.o. => 7 hari atau 2 g dosis tunggal p.o.
  • metronidazole gel 0.75 %, 5 g intravaginal 2x1 /hari =. 5 hari
  • klindamisin cream 2 %, 5 g intravaginal => 7 hari
  • klindamisin 300 mg per oral dua kali sehari untuk 7 hari
B. Trichomonas Vaginitis
  • PMS, Trichomonas vaginitis
  • sering ditemukan bersama bakterial vaginosis
diagnosis :
  • faktor kekebalan dan ukuran inoculum mempengaruhi penampilan gejala
  • sekret vagina purulen, berbau, dapat di sertai pruritus
  • erythema vagina dan macula colpitis (strawberry cervix)
  • Ph vagina lebih dari 5.0
  • Peningkatan leukosit dan motilitas trichomonas pada sekret secara mikroskopis
  • Whiff test dapat positive
terapi :
  • metronidazole 2 g dosis tunggal p.o. atau 2x500 mg p.o => 7 hari
  • partner seksual juga harus diobati
  • wanita yang tidak berespon terhadap terapi inisial harus diobati lagi dengan metronidazole 500 mg, 2x sehari selama 7 hari
  • bila tetap tidak da perbaikan terapi harus diikuti dengan 2 g dosis tunggal metronidazole selama 3-5 hari
  • bila tidak juga menunjukan perbaikan maka  harus dikonsulkan pada tenaga ahli.
C. Vulvovaginal Candidiasis
  • selama hidup, 75 % wanita pernah sekali terpapar VVC dan 45 % terpapar 2x atau lebih
  • disebabkan oleh candida albicans, 85-90 %
  • faktor predisposisi : penggunaan antibiotik, kehamilan, diabetes
diagnosis :
-gejala :
  • pruritus vulva
  • keluar sekret vagina
-sign :
  • sekret bervariasi dari encer jernih sampai kental/pekat
  • vaginal soreness
  • dispareunia
  • vulvar burning
  • irritasi
-laboratorium :
  • Whiff tes negative
  • elemen fungal
  • preparasi saline normal
  • Ph vagina biasanya normal
terapi :
  • derivat azole topikal
  • fluconazole 150 mg, dosis tunggal
  • steroid topikal
3. Cervisitis

serviks mempunyai 2 jenis epitel :
  • epitel squamosa
  • epitel glandular
penyebab inflamasi serviks tergantung dari epitel yang terkena
trichomonas, candida dan herpes simplex virus => inflamasi ektoserviks
N.GO dan C.Trachomatis => endocervicitis mukopurulen

diagnosis :
  • sekret endoserviks purulen, biasanya kuning kehijauan
  • erotio portionis
  • vaginitis atau vulvitis sekunder
  • nabothi ovula pada kasus kronis
etiologi :
  • infeksi gonokokus
  • benda dalam intrauterin
ulcus portio :
  • ulcus carsinomatosum
  • ulcus syphiliticum
  • ulcus tuberculosum
terapi :
  • antibiotika untuk terapi uncomplicated lower genital tract infection

4. Pelvic Inflamatory Disease (PID)
  • PID disebabkan oleh mikro organisme pada endoserviks yang naik ke endometriumm dan tuba fallopi secara hematogen, limfogen, atau secara langsung
  • kebanyakan kasus disebabkan PMS
  • Neiserria gonorrhoeae dan Chlamydia trachomatis serta H influenza (jarang)
diagnosis :

bedasarkan gejala-gejala :
  • nyeri pinggang
  • cervical motion
  • adnexal tenderness
  • demam
terapi :
  • antibiotika spektrum luas

Endometritis Akut

terutama post partum atau post abortum

gejala :
  • demam
  • lochia berbau : terkadang purulen
  • lochia lama berdarah => metrorrhagi
  • nyeri, bila radang menjalar ke parametrium dan perimetrium
terapi :
  • uterotonika
  • bed rest dengan posisi fowler
  • antibiotika
  • kuret bila diperlukan

Endometritis Kronis

gejala :
  • fluor albus yang keluar dari ostium
  • metrorrhagia or menorrhagia
terapi :
  • kuretase

Myometritis

biasanya merupakan lanjutan dari endometritis

gejala dan terapinya => endometritis
diagnosis : PA

Salpingitis Akut

paling sering disebabkan oleh N.Gonorrhoea.

gejala :
  • nyeri abdomen bawah dan pelvis => bilateral
  • sekret purulen
  • nausea, vomitus, headache
  • kadang disertai demam
symptom :
  • nyeri abdomen => kuadran bawah
  • distensi abdomen bila ada peritonitis pelvis
  • cervical motion tenderness
laboratorium :
  • leukositosis
  • cairan peritoneum yang keruh pada kuldocentesis
  • mikroskopis ditemukan bakteri dan leukosit
DD :
  • aapendisitis akut
  • kehamilan ektopik
  • ruptur kista lutein pada corpus
  • diverticulitis
  • torsi masa adneksa
  • leiomioma
  • endometriosis
  • infeksi traktus urinaria
konflikasi :
  • peritonitis pelvis
  • ileus paralitik
  • selulitis pelvis dengan trombophlebitis
  • abses tuba, tuboovarial, atau cavum douglas
pencegahan :
  • deteksi dini dan pemberantasan PMS

terapi :
A. Kasus rekuren

  • terapi seperti pada salphyngitis akut
B. Kasus kronis

antibiotika :
  • tetracycline, ampicillin
  • sefalosporin, 4x500 mg sehari p.o => 3 minggu
analgesik :
  • acetaminophen atau aspirin

parametritis (selulitis Pelvis)

  • radang jaringan longgar di dalam ligamentum latum
  • biasanya unilateral

etiologi :
  • dari endometritis 9percontinuatum, limfogen, hematogen)
  • rbekan serviks
  • perforasi uterus oleh alat-alat
gejala :
  • febris tinggi
  • nyeri unilateral
diagnosis :
  • infiltrat pada rektal taoucher
  • uterus terdesak ke sisi yang sehat

penyulit :
  • eksaserbasi akut
  • trombophlebitis
  • abses parametrium

DD:
  • adneksitis

terapi :
  • antibiotika-resoptif

Pelveoperitonitis (perimetritis)


  • sebagai lanjutan salpingoophoritis
  • kadang terjadi dari endometritis atau parametritis


etiologi :

  • GO
  • sepsis (post partum atau post abortum)
  • appendistis


terapi:

  • sesuai etiologi


Tuberculosis Pelvis

  • tuba (90%)
  • endometrium (70%)


diagnosis :

  • infertilitas
  • TB paru aktif atau dalam penyembuhan
  • HSG, Histeroskopi atau laparoskopi
  • bakteri M.TBC ditemukan pada cairan menstruasi atau biopsi spesimen


laboratorium

  • diitemukan bakteri dari kuretase atau biopsi dengan preparat langsung atau kultur
radiologi :

  • foto thorax
  • HSG


DD :

  • schistosomiasis
  • enterobiasis
  • carcinoma
  • infeksi fungal


komplikasi :

  • infertilitas
  • peritonotos
  • tuberculosa
  • generalisata


terapi :
A. Medikamentosa
= terapi TBC

B. Operatif
sebelum tindakan operasi pasien harus diberi antimmikroba selama 12-18 bulan

indikasi terapu operatif :

  • terapi medikomentosa gagal
  • resisten atau rekuren
  • gangguan menstruasi yang menetap
  • fistel

Post a Comment

Latest Instagrams

© Vanisa Desfriani. Design by FCD.