Mencoba Mongolian Grill dengan Suasana Jawa


"The choice is yours" dalam hidup, kita selalu dihadapkan pada pilihan. Saat sha dihadapkan pada pilihan; pulang aja atau makan lagi. Maka sha putuskan untuk ikut makan lagi.

Siang itu sha berkendara menuju arah Dago, berhenti disebuah restoran yang bagian depannya cukup unik dengan kayu jati. Sejenak terasa seperti bukan di Bandung, tentu saja karena sha berada di sebuah restoran dengan akun instagram @mongoliangrilljoglo yang mana joglo disini diambil dari nama rumah adat khas jawa.


Disambut oleh ibu Ati, pemilik restoran. Sha dan teman blogger memesan minuman dan beralih menuju Buffet sayuran dimana kita bisa mengambil jenis sayuran yang kita mau "Pick Your Vegetable" Satu tips dari sha; ambil sayuran sebanyak-banyaknya! karena nanti sayurannya layu saat dimasak.


"Choose your protein" Sha pilih udang diantara daging sapi dan daging ayam. Dan "Choose your sauce"  Sha pilih sauce black pepper dibanding sauce tomatoes. Seneng banget kalau makan bisa milih-milih sesuai selera kita. Btw, sha cantumin sedikit videonya.


Nah, diatas ini namanya mongolian. Tempat masak khas orang mongol sana, dulu tempat masak ini berupa stone (batu panas) namun seiring berkembangnya teknologi, berkembang menjadi seperti ini. Di Bandung sendiri, cuma ada satu alat masak mongolian kaya gini hanya di restoran ini. Chef nya udah biasa masak beberapa sekaligus. Kalau mau, kita juga bisa nyoba masak sendiri loh! tinggal bilang aja ama chefnya :)

Mongolian grill dengan plating sendiri

another mongolian grill
mie siram iga
nasi iga
The best Lumpia! ini lumpianya enak banget! Totally makanannya enak banget, harga makannya cukup terjangkau dari  20k-60k, dessert 14k-25k, snack 13-23k, minuman 5k-27k. Belum lagi suasana restoran yang berada di pendopo dengan halaman dan view kota Bandung.

Bagian lain dari area restoran, benar-benar terasa seperti berada di kerajaan jawa jaman dulu. Bersih, asri dengan udara sejuk. Teh Ratri cerita kalau salah satu temannya ada yang menikah di sini dan sha di kasih lihat foto-fotonya. Emang bagus banget ditambah nikahnya adat jawa juga, teh Ratri bilang kalau nikah disini merupakan salah satu impiannya.

18 comments

  1. saya suka kalimat pembukanya. tapi saya nggak suka keseluruhan isinya. maaf bikin lapar. terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mohon maaf, saya memang ingin membuat anda lafaaaaar :D

      Delete
  2. Aku belum pernah makan disini, enak juga keliatannya, suasananya juga asri ya, tfs sis

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya teteh, enak banget tempatnya. pedesaan bgtlah smp ada suara tongeret :)

      Delete
  3. Replies
    1. ih, kan ngikut juga. ngelindur ah kang shade mah :P

      Delete
  4. kok pas banget sih di jam makan siang gini bacanya haha, itu chefnya orang Mongolia ya? duh kapan ya bisa ikutan ini lokadinya Dago pernah kesana tp kom nggk nemuin ah kurang update nih akunya
    tq say

    ReplyDelete
    Replies
    1. hayoo, panggilan lunch ituu :D
      kurang tahu chefnya org mana. tapi bisa bahasa sunda kok :P

      di daerah dago resor say :)

      Delete
  5. Aisssshhh
    Jam makan siang liat ginian bikin laperrr XD

    ReplyDelete
  6. Grillnya gede banget. Puas tu mau bakar macem-macem :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, apalagi kalau masaknya bareng2 gitu. seru keknya :D

      Delete
  7. Lihat menunya jadinya pengin kesana...itu foto penggorengan yang buat masak kok gede banget ya?

    ReplyDelete
  8. SUMPAH YA GUE BACA INI PAS LAGI JAM MAKAN SIANG DAN SEKETIKA LAPAR HANYA KARENA GODAAN LUMPIA. *Aku lemah di hadapan lumpia

    Anyway, salam kenal ya Sha! Baru pertama main ke sini nih. Lagi muter2. Seru juga ya blognya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. oww, lumpia melemahkanmu. ahahaha

      salam kenal juga, terimakasih sudah mampiir :)

      Delete
  9. Aku sempat nemu nama cafe ini di Google Maps. Kirain cafe apaan. Kalau tau cafenya seasik ini, aku jadi nyesel kemarin ga mampir. Dicatat dulu. Buat agenda berikutnya. Makasih infonya ya, Mbak :)

    ReplyDelete