As Sweet As Library

Berbicara soal perpustakaan, wow sesuatu yang sangat menarik sekali buatku ..

Entah bagaimana mulanya, aku mengira bahwa membaca buku itu begitu membosankan dan tidak mengasyikkan. Apalagi berada di sebuah ruangan yang di penuhi dengan buku-buku berbagai macam tebal dan ukuran, dengan suasana yang hening seperti di kuburan, bahkan mengeluarkan sedikit suara pun akan mendapat seruan dari orang sekitar..

Dan entah bagaimana mulanya, aku tiba-tiba berbalik menjadi menyukai semua itu. Menyukai aroma buku, keheningan, dan masuk ke dalam dunia pikiran orang yang menulis buku itu. Membaca dan menimbun buku menjadi salah satu kegemaranku, ada rasa tersendiri, sebuah kepuasan, dan kebahagiaan yang tak dapat di ungkapkan..

Mungkin aneh, tertawa terpingkal-pingkal, menangis dan mengerutkan dahi di depan sebuah buku. Tapi itulah keunikannya, :)

Dari kecintaanku dengan buku, aku membuat sebuah perpustakaan kecil di rumah, sejak SMA. Aku mengumpulkan uang dan menghabiskannya acara tahunan islamic book fair untuk banyak buku. Ada perasaan bahagia saat melihat dua adikku tertular hobi yang sama, membaca buku. Bahkan adikku yang satu  jadi sering meminjam buku dari perpustakaan sekolah dan bergiliran membacanya denganku, begitupun dengan teman-temannya yang jadi sering meminjam buku di perpustakaan mini milikku.

Hingga suatu hari, musibah terjadi di rumah kami. Banjir besar melanda. Karena perpustakaan miniku berada  di dinding yang tinggi, mama kira tidak akan terkena air, aku sempat ingin memindahkannya tapi karena keadaan darurat buku-buku itupun tak terselamatkan.

Keesokan harinya, buku-buku perpustakaan mini ku jemur di depan rumah. Kondisinya sangat menyedihkan, coklat terlumuri lumpur, berubah seperti kue coklat yang lengket. Aku menyiramnya dengan air, ku bersihkan satu persatu, ku jemur dan ku setrika. Itu semua membuatku menangis. 

Dua karung buku pun harus ku lerakan menjadi milik tukang loak karena tak mungkin lagi di pertahankan. Namun itu ternyata suatu masa yang menyenangkan buatku, aku jadi lebih sering ke luar rumah, ke perpustakaan, ke toko buku bahkan mengumpulkan uang dan membeli banyak buku di islamic book fair. 


Perpustakaan mempererat hubunganku dengan ayah, adik serta teman-temannya. Pernah gak sih kalian nemuin hal-hal yang menyenangkan di perpustakaan? ketemu cowok ganteng, jaim, cool lagi baca buku. Atau menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang berkelibatan di pikiran kita, merasa kita gak sendiri karena ada yang ngalamin hal sama seperti kita di dalam buku? dari buku kita bisa mengenal dunia dengan gratis, tanpa bayar. Mengasyikkan bukan?

6 comments

  1. waaahh.. senengnya bisa liat buku2 itu..
    aku juga suka ngumpulin macem2 buku, tapi kalo uda slese baca pasti menjadi hak milik adikku..
    tapi kalo baca buku kuliah kok rasanya agak beda ya.. hihihi

    ReplyDelete
  2. ketika saya remaja, perpustakaan adalah tempat saya melarikan diri. Saya sudah suka membaca dari kecil sih :)

    ReplyDelete
  3. kenapa melarikan diri? punya dosa ya. xixixi

    ReplyDelete