30 May 2013

[RESENSI] CINTA KAMU, AKU..

Pemenang Lomba Resensi Noura Books


Judul           : Cinta Kamu, Aku
Penulis        : Irfan Ihsan
Penerbit      : Noura Books
Penyunting  : Rina Wulandari
Tebal Buku : 304 Halaman
ISBN         : 978-6027816-27-5
Harga         : Rp. 54.000

Sinopsis:

"... kalo di tanya apa saya masih sayang dia, saya akan jawab 'nggak'.. 
dan kalo sekarang saya di tanya, kapan terakhir kali saya melakukan kebohongan terbesar 
dalam hidup, saya akan jawab ... baru saja ...."

28 May 2013

Bersyukur



Membaca quote di atas, sepertinya sesuatu yang tak jarang kita dengar. Namun, sering kita lihat. Betapa banyak manusia yang mengubah dirinya menjadi orang lain untuk menjadi/mendapat sesuatu yang dia inginkan.

23 May 2013

Seandainya saya tidak ngeblog

Judul yang isha tulis di atas, adalah tema dari minggu ke tujuh ini. Meski sebenarnya isha ikut 8 minggu ngeblog ini engga dari minggu pertama. Tapi, ada banyak manfaat yang bisa di dapakan.

Kalau di pikir lebih jauh lagi, seandainya isha tidak ngeblog. Mungkin isha tidak sekeren ini. hihihi bukannya narsis atau apa. Diantara semua teman kuliah, cuma isha yang ngeblog. Eh, ada fenny juga. Tapi dia ga aktif dan jarang update. 

20 May 2013

Tutug Oncom Khas Tasikmalaya


Di depan saung

Siang ini, Isha dan Rini mampir ke sebuah saung di atas kolam. Saung yang akan dengan mudah kita lihat di seluruh penjuru kota Tasikmalaya. Saung ini memiliki ciri khas tersendiri, selain lokasinya yang berada di atas sebuah kolam; saung ini pun memiliki tempat duduk lesehan. Namun, ada sesuatu yang tak boleh di tinggalkan saat berkunjung ke sini yaitu Nasi Tutug Oncom.


Nasi T.O sebutan akrab Nasi Tutug Oncom ini berupa nasi yang di campur/di aduk dengan oncom yang telah di olah. Konon katanya, Nasi T.O ini mulai di buat pada masa penjajahan Jepang. Masyarakat Tasikmalaya yang pada saat itu mengalami kekurangan bahan makanan memanfaatkan ampas dari pembuatan tahu dan menjadikannya oncom, setelah itu melakukan eksperimen dengan cara mencampurkannya bersama nasi. Pencampuran dengan nasi inilah yang membuatnya terkenal dengan sebutan Tutug Oncom, Tutug berarti di campur/di aduk, Tutug Oncom berarti Oncom yang di campur.

Bapaknya lagi bikin nasi tutug oncom

Rasa yang khas yang di hasilkan dari Tutug Oncom ini ternyata membuat sensasi tersendiri dalam lidah, termasuk dalam lidah isha. Dari mulai anak-anak hingga dewasa, menyukainya. Isha pun memesan Tutug Oncom yang di bungkus. Sambil menunggu bapak penjual, isha bertanya soal cara pembuatannya. Ternyata, cara pembuatan Tutug Oncom ini terbilang sangat mudah. Isha kasih tahu deh rahasianya:

Bahan:
  1. Oncom
  2. Nasi Hangat
  3. Kencur
  4. Bawang Putih
  5. Bawang Merah
  6. Garam
Cara Membuat:


Pertama-tama kita tumbuk bawang putih, bawang merah serta kencur sampai halus kemudian tumis sampai matang. Masukkan oncom dan garam lalu aduk sampai matang. Setelah itu aduk bersama nasi. 

Selesai. 

Cukup mudah kan membuatnya? kalau suka pedas, bisa di tambahkan dengan cabe rawit dan ikut di tumbuk halus.

taraaa, ini dia tutug oncomnya


Nasi T.O ini sangat ramah di kantong, apalagi kantong mahasiswi seperti Isha dan Rini. Hanya dengan 2000-3500 rupiah saja kita sudah bisa mencicipinya. Selain murah, kandungan gizinya pun sangat baik karena di dalam nasi mengandung karbohidrat yang memiliki banyak sekali fungsi salah satunya sebagai sumber energi,  cadangan makanan dan pemeliharaan organ tubuh. Kalau untuk orang Indonesia, nasi merupakan makanan pokok yang wajib di santap setiap hari. Kalau belum makan nasi, meskipun sudah makan yang lainnya; masih saja bilang "Belum makan." hihihi

Nah, kalau oncom memiliki kandungan protein, karbohidrat, lemak, fosfor, dan zat besi. Selain itu pula, oncom mengandung vitamin B1. Sangat jelas sekali bahwa oncom memiliki kandungan yang bermanfaat bagi tubuh kita. Belum lagi nilai gizi dari berbagai bumbunya.

Ada hal unik saat makan Tutug Oncom ini, kita bisa menambah gizi sesuai dengan keinginan kita yaitu dengan menambah berbagai macam lauk pauk yang kita inginkan. Biasanya, di saung yang menjual Tutug Oncom ini telah tersedia aneka macam lauk pauk yang baru setengah matang, dan saat kita memesan barulah lauk pauk itu di masak. Di sana juga menyediakan banyak minuman loh, pokoknya menggoyangkan lidah, menyegarkan tenggorokkan, mengenyangkan perut dan bergizi.

Lauk pauk setengah matang, di bawahnya pakai pengalas juga loh. Bersih deh pokoknya


So, ada yang kurang rasanya kalau ke Tasikmalaya tanpa mencicipi Tutug Oncom ini. Ada sensasi yang berbeda saat kita mencicipi makanan di daerah asal muasal makanan itu tercipta. Happy Kuliner manteman :)

Sambil nungguin tutug oncom dan lauknya di masak. eksis dulu ahh..
Btw, kosong ya.. secara tutug oncomnya udah abis.. xixixi

15 May 2013

Saksi Dua Sisi

Membicarakan dua sisi yang berbeda, mengingatkan isha pada satu kisah di masa lalu. Subuh itu, di kagetkan oleh suara ayah. Pintu rumah kami terbuka lebar, dan motor pun sudah tak ada di tempatnya lagi. Pada masa itu, masih jarang orang yang punya motor pribadi. Mengingat dengan susah payah ayah mendapatkannya, berangkat bekerja sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari terbenam. Ayah yang saat itu hanya seorang pendistribusi koran jelas merasakan dampak yang sangat luar biasa. Ku lihat ayah yang bolak balik ke sana ke mari dan mengurus berbagai surat ke kantor polisi. Wajah ayah terlihat begitu kalut. Isha yang masih kecil tak tahu harus berbuat apa.

Latest Instagrams

© Vanisa Desfriani. Design by FCD.