2 December 2012

Pemeriksaan Sekret Vagina


Prinsip : dengan pewarnaan gram, kuman neisseria gonorrhea akan menyerap cat carbol fuchsin sehingga kuman akan bewarna merah
Tujuan : mencari kuman Neisseria gonorrhea dalam secret genital
Persiapan pasien :
·         Pasien dalam pengobatan, obat perlu dihentikan sehari sebelum pengambilan specimen
·         Sebaiknya pengambilan specimen pada pagi hari sebelum buang air kecil
·         Pada wanita gonorrhea kronis, specimen sebaiknya diambil sebelum atau sesudah haid
Pengambilan specimen, pembuatan dan pengiriman sediaan :
A.      Pengambilan specimen
·         Alat (loop/lidi kapas steril, kaca objek yang kering, bersih, lampu spiritus, kursi obstetric, speculum vagina steril, sarung tangan, pinsil kaca, larutan salin steril
·         
Cara pengambilan
Pasien laki-laki :
·         Bersihkan lubang kemaluan dengan lidi kapas steril yang sudah dibasahi nacl
·         Dengan tekanan ringan pada alat kemaluan diurut dari bagian pangkal ke arah ujung (belakang ke depan)
·         Secret yang di dapat dioleskan pada kaca objek, kemudian diratakan sampai tipis

Pasien wanita :
·         Pasien terbaring terlentang kedua lutut ditekuk pada kursi obstetric (posisi litotomi)
·         Masukan speculum steril dengan hati-hati dan speculum dibuka
·         Masukan ujung kapas lidi dan oleskan pada daerah endoservik. Gerakan lidi melingkar ke kanan diamkan beberapa saat untuk penyerapan
·         Secret yang didapat dioleskan pada kaca objek yang telah di beri nomor untuk dibuat sediaan

B.      Pembuatan sediaan
Alat (forcep, rak pewarna, rak pengering)
Reagen (lar carbol gentian violet, lugol/iodin, larutan carbol fuchsin)
Cara :
·         Pasca pengolesan di objek glas biarkan di udara beberapa saaat mongering, fiksasi dengan melakukan diatas nyala api lampu spiritus
·         Tuangi larutan carbol gentian violet selama 2-3 menit
·         Cuci dengan air kran atau air mengalir
·         Tuangi dengan alcohol 95% selama 20-30 detik cuci kembali
·         Tuangi carbol fuchsin selama 1-2 menit kembali
·         Keringkan

C.      Pengiriman sediaan
Bila perlu uji silang (cross cek) dila fasilitas lab kurang sediaan erlu di kirim ke lab
Cara pengiriman :
·         Setelah sediaan difiksasi bungkus dengan kertas tik tipis di bagi 2 menurut pjnya, tiap potong untuk 15-20 sediaan
·         Bungkus lagi dengan kertas karton bergelombang menurut lebarnya dan ikta 2 kali
·         Bungkus lagi dengan kertas karton bergelombang menurut panjangnya dan ikat satu kali
·         Bungkus kagi dengan kertas karton bergelombang menurut panjangnya dan ikat dua kali
·         Bungkus lagi dengan kertas sampul dan ikat 3 kali

Pemenuhan Kebutuhan Gizi Remaja


Prinsip : dengan pewarnaan gram, kuman neisseria gonorrhea akan menyerap cat carbol fuchsin sehingga kuman akan bewarna merah
Tujuan : mencari kuman Neisseria gonorrhea dalam secret genital
Persiapan pasien :
·         Pasien dalam pengobatan, obat perlu dihentikan sehari sebelum pengambilan specimen
·         Sebaiknya pengambilan specimen pada pagi hari sebelum buang air kecil
·         Pada wanita gonorrhea kronis, specimen sebaiknya diambil sebelum atau sesudah haid
Pengambilan specimen, pembuatan dan pengiriman sediaan :
A.      Pengambilan specimen
·         Alat (loop/lidi kapas steril, kaca objek yang kering, bersih, lampu spiritus, kursi obstetric, speculum vagina steril, sarung tangan, pinsil kaca, larutan salin steril
·         
Cara pengambilan
Pasien laki-laki :
·         Bersihkan lubang kemaluan dengan lidi kapas steril yang sudah dibasahi nacl
·         Dengan tekanan ringan pada alat kemaluan diurut dari bagian pangkal ke arah ujung (belakang ke depan)
·         Secret yang di dapat dioleskan pada kaca objek, kemudian diratakan sampai tipis

Pasien wanita :
·         Pasien terbaring terlentang kedua lutut ditekuk pada kursi obstetric (posisi litotomi)
·         Masukan speculum steril dengan hati-hati dan speculum dibuka
·         Masukan ujung kapas lidi dan oleskan pada daerah endoservik. Gerakan lidi melingkar ke kanan diamkan beberapa saat untuk penyerapan
·         Secret yang didapat dioleskan pada kaca objek yang telah di beri nomor untuk dibuat sediaan

B.      Pembuatan sediaan
Alat (forcep, rak pewarna, rak pengering)
Reagen (lar carbol gentian violet, lugol/iodin, larutan carbol fuchsin)
Cara :
·         Pasca pengolesan di objek glas biarkan di udara beberapa saaat mongering, fiksasi dengan melakukan diatas nyala api lampu spiritus
·         Tuangi larutan carbol gentian violet selama 2-3 menit
·         Cuci dengan air kran atau air mengalir
·         Tuangi dengan alcohol 95% selama 20-30 detik cuci kembali
·         Tuangi carbol fuchsin selama 1-2 menit kembali
·         Keringkan

C.      Pengiriman sediaan
Bila perlu uji silang (cross cek) dila fasilitas lab kurang sediaan erlu di kirim ke lab
Cara pengiriman :
·         Setelah sediaan difiksasi bungkus dengan kertas tik tipis di bagi 2 menurut pjnya, tiap potong untuk 15-20 sediaan
·         Bungkus lagi dengan kertas karton bergelombang menurut lebarnya dan ikta 2 kali
·         Bungkus lagi dengan kertas karton bergelombang menurut panjangnya dan ikat satu kali
·         Bungkus kagi dengan kertas karton bergelombang menurut panjangnya dan ikat dua kali
·         Bungkus lagi dengan kertas sampul dan ikat 3 kali

19 July 2012

Pengalaman Anak Pertama

Kita tidak pernah tahu, dilahirkan ke dunia ini dari rahim siapa, menjadi anak siapa, anak keberapa, laki-laki ataupun perempuan. semuanya sudah diatur oleh Allah SWT yang maha kuasa. tentu semua itu memiliki hikmah tersendiri bagi manusia tersebut. saya, setelah 18 tahun menjadi seorang putri pertama dari bapa dan mama tentu memiliki pengalaman yang berbeda dengan adik-adik saya sendiri apalagi dengan orang lain. 

Anak pertama biasanya terkesan lebih egois karena apa-apa memang dialah yang pertama kalinya, segala cara yang dilakukan orang tuapun adalah hal pertama yang mereka punya sebagai dasar mengurus anak-anaknya. saya sebagai anak pertama dikeluarga cenderung lebih diharuskan bersikap bertanggung jawab terhadap segala hal, harus selalu berusaha mengalah kepada adik, melindungi serta hal lainnya. aku diharuskan sekolah lebih tinggi, bahkan orang tuaku lebih memfokuskan segala urusan pendidikanku, karena suatu saat nanti akulah yang harus membawa adik-adikku. terkadang menjadi suatu kebanggaan tersendiri buatku menjadi seorang anak pertama, meskipun terkadang ada dukanya. yah, bukankah suka dan duka itu selalu ada? tinggal bagaimana cara kita menjalani dan menikmatinya :)


Jangan Panggil Aku Neng !

sebuah cerita yang geli untuk di dengar, waktu aku kecil. aku tinggal di sebuah kota yang cukup besar. kota yang orang bilang kota kembang, kota lautan api. ya,  pastinya kota bandung tercinta. waktu kecil aku suka sekali membeli makanan dari penjual yang lewat depan rumah. saat itu, ada penjual agar-agar yang berwarna -warni menarik perhatianku. penjual itu bertanya padaku "neng, mau yang warna apa?" dengan tegas dan sedikit cemberut aku bilang pada penjual itu dengan nada agak tinggi "mang, namaku bukan neng! namaku vanisa." penjual itupun langsung tersenyum dan bertanya dengan menggunakan namaku. aku sedikit ingat kejadian ini, tapi mama yang slalu mengingatkanku dan menjadi bahan ejekan saat kumpulan keluarga. mereka menggodaku dengan memanggil neng. entah mengapa sampai saat ini, aku gak suka di panggil neng. dan hanya satu orang yang sudah terbiasa memanggilku neng, tetangga sebelah rumahku. hehe


23 May 2012 Singaparna, Indonesia

TETANUS DAN TETANUS NEONATORUM


TETANUS DAN TETANUS NEONATORUM
BATASAN
Penyakit toksemik akut yg disebabkan oleh eksotoksin Clostridium tetani

KLASIFIKASI
Manifestasi klinis : lokal, sefal, umum dan neonatorum
Berat-ringannya penyakit : I (ringan), II (sedang), III (berat), IV (sangat berat)

PATOFISIOLOGI
Manifestasi klinis akibat g3 inhibisi presinaps yg menyebabkan generator of pathological enhanced excitation

KRITERIA DIAGNOSIS
Riwayat trauma, pemotongan/perawatan tali pusat tidak steril, tidak diimunisasi tetanus (tidak lengkap)
Derajat I
Trismus ringan–sedang, kekakuan umum, Spasme (-), Disfagia (-)/ringan, g3 respirasi (-)
Derajat II
Trismus sedang, Kekakuan jelas, Spasme hanya sebentar, Takipnea, Disfagia ringan
Derajat III
Trismus berat, Otot spastis, Spasme spontan, Takipnea, Apneic spell, Disfagia berat, Takikardia, Aktivitas sistem autonom meningkat
Derajat IV (Derajat III + g3 autonom berat, Hipertensi berat dan takikardia atau, Hipotensi dan bradikardia, Hipertensi berat atau hipotensi berat

DIAGNOSIS BANDING

Abses gigi, parafaring/retrofaring/peritonsiler ; Poliomielitis ; Meningitis bakterialis stadium awal ; Ensefalitis ; Rabies ; Keracunan strihnin ; Efek simpang fenotiazin ; Tetani ; Epilepsi

TERAPI
Spasme sangat hebat → pankuronium bromid 0,02 mg/kgBB i.v. diikuti 0,05 mg/kgBB/dosis setiap 2-3 jam
Bila terjadi aktivitas simpatis yang berlebihan, atasi dg beta bloker (propanolol / alfa & beta bloker labetolol)

PENANGANAN DASAR
Antibiotik
  • Penisilin prokain 50.000 IU/kgBB/kali i.m. tiap 12 jam, atau
  • Ampisilin 150 mg/kgBB/hari i.v. dibagi dalam 4 dosis, atau
  • Tetrasiklin 25-50 mg/kgBB/hari p.o. dibagi dalam 4 dosis (maks. 2 g), atau
  • Sefalosporin generasi ke-3, atau
  • Metronidazol loading dose 15 mg/kgBB/jam selanjutnya 7,5 mg/kgBB tiap 6 jam, atau
  • Eritromisin 40-50 mg/kgBB/hari p.o dibagi dalam 4 dosis

Catatan :
Tetanus neonatorum  : + gentamisin 5-7 mg/kgBB/hari i.v. dibagi dalam 2 dosis
Bila ada sepsis atau pneumonia + antibiotik lain (metisilin, sefalosporin dll)

Netralisasi toksin
  • Human tetanus immunoglobulin (HTIG) 3.000-6.000 IU i.m. (u/ TN : 500 IU i.v.)
  • Bila tidak tersedia, berikan anti tetanus serum (ATS) 50.000-100.000 IU, ½ i.m. dan ½ i.v. (skin test) (u/ TN 10.000 IU i.v.)
  • Anti kejang
  • Diazepam 0,1-0,3 mg/kgBB/kali i.v. tiap 2-4 jam, TN 0,3-0,5 mg/kgBB/kali
  • Dalam keadaan berat : diazepam drip 20 mg/kgBB/hari dirawat di PICU/NICU
  • Dosis pemeliharaan 8 mg/kgBB/hari p.o. dibagi dalam 6-8 dosis
  • Perawatan luka
  • Dilakukan setelah diberi anti toksin dan anti kejang

PENANGANAN UMUM
(Bebaskan jalan nafas dan pemberian O2, stimulasi minimal)

PROGNOSIS
Tergantung skoring Black (1991)
     Skor  : 0-1  (ringan)           -- kematian   < 10%
                           2-3   (sedang)         -- kematian   10-20%
                              4   (berat)           -- kematian   20-40%
                           5-6  (sangat berat) -– kematian   > 50%

Latest Instagrams

© Vanisa Desfriani. Design by FCD.