4 February 2018

Kopi Posong, Kopi enak tanpa gula


Sha itu sejujurnya bukan penikmat kopi. Beda banget sama bapak juga mbah yang tiap hari itu harus minum kopi. Kalau pengen pun, paling nyicip-nyicip dikit. Kalau pengen banget, biasanya lebih milih cappucino, moccacino pokoknya yang manis apalagi dengan tambahan creamer atau whipped cream. Dan biasanya, kopi versi sha itu bukan kopi panas tapi kopi yang di seduh dengan setengah air panas plus es.

Dalam kunjungan famtrip dengan dinas UKM Provinsi Jawa Tengah, sha dan teman-teman media sosial bersilaturahmi dengan para petani kopi posong. Lebih tepatnya ke tempat pembuatan kopi bapak Tuhar.

Pak Tuhar ini cerita, kalau dulu di posong para petani nya menanam jagung dan tembakau. Lalu ada bantuan dari dinas provinsi berupa 50 ribu bibit  kopi pada tahun 2000. Dari situlah, awal mulanya beliau menanam kopi.

Meski begitu, pertama kali panen itu tahun 2013. Para petani masih kebingungan, kopi seperti apa yang bisa di jual dan laku di pasaran. Dan mereka panen berupa biji hijau seperti di foto bawah.


Lambat laun berbagai informasi hadir. Bagaimana cara pembasmian hama juga keutamaan petik merah (memanen saat biji kopinya berwarna merah). Ini yang selalu Pak Tuhar sosialisasikan kepada petani kopi lainnya. 

Petik merah jauh lebih berkualitas dibanding petik Hijau. Meski perbedaannya cukup lama, proses dari biji hijau berubah menjadi biji merah sendiri membutuhkan waktu berbulan-bulan. Namun harga petik merah bisa mencapai 3 kali lipatnya.

Pada tahun 2007, ada study tour dari mahasiswa korea ke perkebunan kopi untuk study banding. Mereka cukup heran dengan pertumbuhan kopi yang sangat bagus karena buahnya sudah merah. Lalu pada tahun 2012 dimulailah ekspor ke korea sebanyak 2 ton, lalu 8 ton pada 2014 bahkan sekarang meminta 2 kontainer untuk di ekspor ke sana.


Sha sendiri, di berikan segelas kopi posong untuk di cicipi. Karena tempat duduk sha dekat sama mas-mas yang bikin kopi. Sha sempet ngasihin gula dan ngeliat mas gallant nambahin gula di kopinya. Karena sha lebih suka kopi yang manis, -kopi yang di hidangkan tanpa gula- sha tambahin gula juga.

Rasanya? Asem! sedikit aneh karena bercampur pahit. Lalu sha nyicipin lagi yang tanpa gula. Suprisingly, enak! luar biasa. Sha jadi suka kopi tanpa gula 😊 

Sha bahkan sempet di bikinin teh juga. Udara posong saat itu, dingin sekali. Di tambah hujan dan angin. Minum kopi juga teh, bener-bener bikin badan sha jauuh lebih hangat dan nyaman.

Foto by mas gallant galau traveler
Sha juga sempet liat gimana proses pembuatan kopi. Dari kopi yang baru di panen hingga di masukkan ke sebuah alat besar (sha gak tahu namanya apa) hingga aroma kopi tercium sangat pekat.

Kopi posong yang paling terkenal itu, Java arabica sindoro sumbing. Yes, ini nama kopi yang tadi sha minum. Dinamakan begitu karena ditanam diantara gunung sindoro dan sumbing.

Dan satu lagi yang belum sempat sha cicipi, Kopi tumpang sari. Kopi dengan rasa tembakau karena di tanam dengan pohon tembakau. Well, semoga suatu hari bisa ke sini lagi buat nyobain 😊

27 comments

  1. Hihi aku juga sukanya es kopi, beda sama Suami yang kopi mania, minum kopi sejati tanpa gula hhehe

    ReplyDelete
  2. Ngopi di posong tak kalah nikmat, dinginnya udara posong yg di balut dgn kabut tipis2, ditambah secangkir kopi dan mendoan

    ReplyDelete
  3. Hah??? Ditambah gula rasanya jadi asem campur pahit, tapi yang tanpa gula malah enak luar biasa. Wow!!!

    Saya juga tidak suka kopi, tapi jadi penasaran tuh sama kopi Java Arabica Sindoro Sumbing. Namanya unik pula.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang bener cara minum kopi itu emang tanpa gula, Kak. Ada yang bilang, gula itu justru merusak rasa kopi yang sesungguhnya. 😄
      Begitu kata beliau sang ahli kopi.
      Tapi tetep aja semua kembali masalah selera.

      Delete
    2. Serius???
      Saya tak suka yang pahit-pahit soalnya. Tapi, jadi pengen buat kopi asli tanpa gula.

      Makasih ya infonya, dek.
      Salam kenal.

      Delete
    3. Salam kenal, Kak.
      Sama. Saya sendiri bukan penikmat kopi. Saya peminum kopi aja. Yang manis-manis.
      Hidup ini sudah pahit, janganlah ditambah kepahitan dari kopi.

      Delete
  4. Kopi yang enak itu justru rasanya asem-asem giman gitu.
    Wah sampai diekspor ya? sungguh luar biasa.
    Saya penyuka kopi. Bisa dibilang sangat maniak.

    ReplyDelete
  5. Wah ketemanggung ya.. Mau dong diajakin funtrip nya..

    Meski bukan penghasil terbesar, kopi jateng memang unik baik rasa ataupun nama

    ReplyDelete
  6. Aku tetep aja sih gak minum kopi tanpa gula. Tetep kopi susu aja. Atau coklat. Wkwkw
    Paiiitt 😅

    ReplyDelete
  7. aku belum berani minum kopi
    lambungku nanti nangis
    tapi aku malah penasaran kopi tembakau yg tumpangsari ini
    klo di deket rumahku malah tumpang sarinya sama kedele
    jadi... kopi kedelai

    ReplyDelete
  8. Mbak Sha, itu kopi nya bisa beli online ga ya?
    Saya salah satu penikmat kopi, penasaran pengen nyobain juga mbak,, seperti nya nikmat sekali..

    ReplyDelete
  9. cicipin kopinya dong kalau gratis biasanya enak dan nikmat he....he...

    ReplyDelete
  10. Paling cocok nih kalau hujan gini ngopi. Diem-diem bae mah duh, ngopi apa ngopi nya..haha
    Nogpi bari ngeblog lah, Teh..he

    ReplyDelete
  11. Kalo kurang manis coba liat saya teh, tapi jangan minum kopi manis deh, teh sha udah manis soalnya nanti jadi over.

    Nah, point yang saya dapet tuh peralihan dari tembakau ke kopi, sebenernya bisa dikonversi gitukan jadi gak ada alasan melarang rokok bikin petani tembakau gak sejahtera.

    Konversi dan sabar.

    Kalo cowok doyan kopi wajar, kalo cewek doyan kopi ehm... Wajar juga wkwkwk

    ReplyDelete
  12. Dengar-dengar memang kopi lebih bagus kalau diseduh tanpa gula.
    cuma saya sampai sekarang masih belum bisa menikmati kopi tanpa gula. meskipun sedikit, saya masih harus pakai gula. hehe.

    ReplyDelete
  13. Boleh ni jadi referensi kopi pas main ke Temanggung...

    Tapi kesukaanku kopi manis euy.. haha

    ReplyDelete
  14. Aku ngopi cuma kadang2 sih, karena asam lambung nggak bisa kompromi.. Hhh
    Tp suka juha aroma kopi posong, beberapa kali pernah ikutan ngmpul anak2 yg suka ngopi, hhh

    ReplyDelete
  15. Aku ngopi cuma kadang2 sih, karena asam lambung nggak bisa kompromi.. Hhh
    Tp suka juha aroma kopi posong, beberapa kali pernah ikutan ngmpul anak2 yg suka ngopi, hhh

    ReplyDelete
  16. Dulu pas aku ke Posong juga menikmati kopi dari kedai yang ada di sana. Kopi dan gorengan adalah kombinasi yang menarik hahahahha

    ReplyDelete
  17. Sama Mba sha, aku kalopun minum kopi ya kopi manis kaya capuchino or sejenisnya. Tapi kalo bapak2 ko suka ya kopi tanpa gula, apa gak pahit gitu? Hem, Ayahku seneng paling kalo dibawain kopi posong ini.

    ReplyDelete
  18. Saya malah gak suka kopi ,hehe
    Tapi boleh dicoba nih kopi tanpa gulanya kalo ke posong, hehe

    ReplyDelete
  19. Posong ini...udah keren tempatnya, kopinya pun juwaraaaa!

    ReplyDelete
  20. Waa, nikmat betul sepertinya kopi posong ini. Lama tak ngopi jadi pengin buat kopi, ah nunggu hujan dulu sajala enanya. Hehe..

    ReplyDelete
  21. Ok keren informasi tentang Kopi dan pengen coba kopi posong ini sebagai pengemar kopi

    ReplyDelete
  22. Waaah... Kopi. i like kopi. perlu dicoba nih kalo maen-maen kesana.
    BTW ini Blog banyak review makanan. jadi khilaf. :(

    ReplyDelete
  23. Waaahhhhh, jd penasaran mba seenak apa. Krn aku sukanya jg dengan gula. Itu td liat ada tulisan honey di bungkusnya, apa ditambahkan perisa madu?

    ReplyDelete
  24. mendengar kopi duhhh..kaya yang sedang viral sekarang....."ngopi napa ngopi, diem diem wae....." hhehhe

    memang kopi mempunyai ciri khas dan citarasa yang enak, apalagi kopi posong ini kayanya enak bangett nihh...sampe-sampe sudah diexspor juga, sungguh kebanggan tersendiri nihh...

    ReplyDelete

Latest Instagrams

© Vanisa Desfriani. Design by FCD.