Komunitas Informasi Masyarakat


Sha bersama teman-teman Blogger Kabupaten Bandung juga tiga komunitas lainnya; TBM [Taman Bacaan Masyarakat], UKM [Usaha Kecil dan Menengah] dan Radio di undang oleh dinas Kominfo Kab. Bandung di Riung Panyaungan beberapa waktu lalu.

Diskominfo Kab Bandung baru dibentuk bulan januari 2017 dengan diketuai oleh Ir. Hj. Atih Witartih, M.Si yang mengatakan bahwa selama ini terasa seperti ada kesenjangan antara pemerintah dengan masyarakat sehingga timbul banyak pertanyaan apa saja sebenarnya yang sudah dilakukan oleh pemerintah untuk masyarakat? Oleh karena itu, berbagai komunitas diundang untuk menjadi perantara informasi antara pemerintah dengan masyarakat.



Beberapa komunitas tersebut digabungkan menjadi satu wadah dalam Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) yang berfungsi sebagai wahana perubahan masyarakat, wahana pemberdayaan ekonomi masyarakat juga wahana informasi masyarakat.

Informasi sejatinya merupakan kebutuhan pokok setiap orang, namun saat ini kita harus memilih dan memilah informasi yang didapatkan karena semakin banyaknya penyebar berita hoax yang provokator dan menebar kebencian terutama di media sosial.

Seperti puisi yang dikarang oleh Wallace Stevens "The House Was Quite and The World Was Calm"

Rumah ini hening dan dunia ini tenang
Pembaca menjadi buku; dan malam musim panas

Seperti nyawa buku itu
Rumah ini hening dan dunia ini tenang

Kata-kata diucapkan seolah tidak ada buku
Kecuali jika pembaca membungkuk diatas halaman

Ingin membungkuk, saat ingin menjadi
Cerdik pandai yang baginya bukunya dalah kebenaran, yang baginya

Malam musim panas seperti kesempurnaan malam
Rumah ini hening karena memang harus begitu

Keheningan adalah bagian dari makna, bagian dari pikiran
Jalan kesempurnaan menuju halaman.

Puisi ini dijelaskan oleh ibu Susanti Agustina mengenai kegamangan pada informasi yang mengalir deras, bertubi-tubi sehingga kebisingan bukan lagi berupa suara, namun juga teks di dunia maya. 

Sekarang, informasi bisa di dapat dengan mudah. Seperti ketika badan sakit lebih banyak orang mencarinya di google terlebih dahulu sebelum datang ke dokter, bahkan membeli obat dengan rekomendasi dari tulisan tanpa ke dokter terlebih dahulu. 

Tidak bisa bahasa inggris bukan lagi halangan dengan sekali klik kita bisa menterjemahkannya.

Berwisata tanpa guider di tempat yang asing pun kita bisa tetap survive berbekal pengalaman-pengalaman orang lain di blog.

Lantas dengan itu, apakah kita tidak lagi membutuhkan dokter, translator dan guider? Tentu saja tidak. Kita tetap membutuhkannya.

Demikian kuatnya pengaruh informasi. Sehingga diharapkan KIM dapat berjalan dibawah diskominfo kab. Bandung dengan membawa informasi yang benar dan bermanfaat bagi masyarakat.

23 comments

  1. Wahnkeren Kabuoaten Bandung sudah membuat komunitas Informasi masyarakat...selangkah lebih maju..cimahi mah belum eung he...

    ReplyDelete
  2. Emang zaman sekarang batasan tuh cuma ada di diri kita nya teh, semua informasi dan kemudahan mendapatkannya udah terbuka lebar. Sukses buat KIM

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya teh, harus pinter2 kitanya. hatur nuhun teh sinta :)

      Delete
  3. Alhamdulilah dapet undangan, pasti dapet sesuatu. Pertama pengalaman, kedua hal baru dan ketiga tentu ilmu dan keempat foto...hehe

    Ternyata belum lama ya, Teh, dan gak kerasa sudah mau setahun, kurang lebih 6 bulan lagi..hihi

    Satuju teh, teu sadayana informasi nu aya itu sesuai dengan fakta, berantas hoax :D

    Betul teh, jaman sekarang mah kalau perlu sesuatu bertanya dulu sama si Mbah google. Aku sendiri untuk tahu informasi tentang komunitasnya yang dinamankan Komunitas Informasi Masyarakat tak perlu ke Bandung. Cukup dengan baca blog teh Sha :)

    Dan aku rasa tidak hanya itu, untuk tahu, misal destinasi wisata di daerah Bandung juga bisa lewat teh Sha, sekalipun belum ditulis diblognya, bisa lah nya teh, reques :P

    #Eh, sapertosna aya nu naroskeun postingan baru nya. Tos aya tuh, ngebut tos Subuh tadi nyeratna..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa, alhamdulillah :)

      whaha karena tempat wisatanya yang masi di sini2. kok berasa ga aneh gitu mau ditulis teh wkwkwk juga belom maen lagi sih, gaada temennya. haha

      okay2. siap mampir haha

      Delete
    2. Muhun mangga mampir teh, tos aya cai sareng makanan da..hehe

      Betul juga sih, kurang afdhal rasanya kalau di post tapi belum maen ke tmpatnya..he

      Ajakin atuh temen2nya teh.. Nunggu libur teh, pasti banyak teman..

      Delete
    3. atooos pan tadi hahaha

      leres :D

      haha da apa atuh teteh mah temennya sedikit :D

      Delete
    4. Gak apa-apa temennya sedikit, asal solid. Dan satu tujuan..he
      Tapi da, teteh kan temennya banyak di dunia maya..he

      Delete
  4. Jaman sekarang mah apa-apa serba gampang. Tinggal browsing pasti ketemu. Gak kayak dulu yang kalo mau cari inbformasi masih susah.

    ReplyDelete
  5. Sukses buat KIM. Semoga tetap konsisten ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin. iya teh, konsistennya suah. belom ada kelanjutannya nih sampe sekarang :D

      Delete
  6. Harus tetap ada guider ya Sha... meski bnyk info, tetap hrs ke yg ahlinya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. beberapa orang emang masih milih guider daripada browsing. Kadang ga semua informasi di internet benar adanya :)

      Delete
  7. Aku juga ngerasa banjir informasi.
    Sebagai emak-emak, kadang bersosialisasi dan mencari informasi semudah ini melalui genggaman dan hanya modal koneksi internet.

    Kerasa bedanya, memang...
    Mendidik anak jaman dulu dengan jaman sekarang.

    Semoga program Komunitas ini semakin banyak yang membangun kebaikan dan keberkahan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah iya teh, mama juga kemaren curhat gitu. Meski mama ga pake internet. Tapi bilang karena internet jaman udah mulai berubah. Mendidik anak2 bisa lewat ipad :D

      aamiin, nuhun teh :)

      Delete
  8. Bertambah lagi komunitas positif. Semoga programnya berjalan lancar :)

    ReplyDelete