Runaway

Judul: Runaway
Penerbit: Grasindo
Tebal buku: 145 Halaman
ISBN: 978-602-251-4

Amy dan adiknya, hidup bersama orang tua yang tidak lagi saling mencintai. Keberadaaan sang ayah telah digantikan oleh materi, sementara sang ibu selalu menyakiti dirinya sendiri. Bertahun-tahun Amy merasa tidak bahagia. Gedung gereja dan kesibukannya sebagai paniitia Natal selalu menjadi pelariannya.,

Suatu hari, sepulang sekolah, Amy menemukan rumah dalam keadaan kosong. Hanya terdapat jejak darah di lantai dan di kamar. Sesuatu yang mengerikan telah terjadi dengan ibunya!

Karena tak mampu lagi bertagan, Amy melarikan diri. Lari dari keluarga yang tak lagi memberinya rasa aman, kebahagiaan, juga kasih sayang.

Tetapi...

Seorang cowok menyebakan, memergoki pelariannya itu

    *               *               *

Bertemu dalam Amy, itu pikirku saat pertama kali membaca sinopsis buku ini. Bagaimana tidak, kisah seorang gadis dengan konfliknya terhadap keluarga kerap bisa mendatangi siapa saja. Bagi Amy, saat berbagai konflik datang ke dalam kehidupannya, Ia menjadikan Gereja sebagai pelariannya. Satu titik yang membuat kita tersadar bahwa kita masih memiliki Tuhan, sebesar apapun masalah yang kita hadapi.

Tak disangka, darisana lah Ia justru menemukan berbagai titik terang yang menuntunnya untuk menyelesaikan konflik demi konflik dalam hidupnya. Konflik dengan orang tuanya, konflik dengan adiknya, bahkan konflik dengan gereja itu sendiri!

Buku ini seolah menuntunmu menyelesaikan konflikmu sendiri, bukan hanya konflik Amy. Kita semua tahu persis, tak ada kehidupan tanpa masalah. Setiap hari, masalah bisa datang dan pergi begitu saja. Dan bagaimana kita bisa bertemu dengan seseorang yang penuh dengan ketulusan hingga kita menemukan cinta yang luar biasa.

Meski ada sedikit kelemahan dalam buku ini seperti pria berambut dikuncir kuda. Sinopsisnya menjelaskan "sang ayah telah digantikan oleh materi" Namun tidak begitu dibahas mengenai materi yang diberikan oleh ayah kepada Amy. 

Awalnya aku berpikir bahwa Amy benar-benar melarikan diri, kenyataannya sang penulis dengan apik membawa kita kedalam alur yang tak bisa kita duga. Mari kita hadapi kenyataan dan jangan lari dari berbagai konflik! kisah Amy akan mengajarkanmu tentang arti kehidupan yang sesungguhnya.

26 comments

  1. Masuk best seller kah ini? belum pernah lihat di Gramed :o

    ReplyDelete
  2. Pembahasan sinopsis sangat menarik, Bener sekali setiap manusia yang ingin hati nya menjadi tenteram, hanya dengan mengingat Tuhannya.. kalo yang muslim ke Masjid, sedangkan yang Kristen ke Gereja, begitupun untuk agama lainnya

    ReplyDelete
  3. Dari covernya uda sendu ya, kyknya ceritanya bagus..
    vanisa km dapat liebster award dari aku yaa hehee

    ReplyDelete
  4. hadapi kenyataan dan jangan lari dari berbagai konflik! (Y)

    ReplyDelete
  5. Sebesar apapun masalah, memang hanya kepada Tuhan kita berserah.. :)

    ReplyDelete
  6. Belum liat buku ini, tapi kayaknya seru juga yah.
    Btw, salam kenal mbak admin ^_^

    ReplyDelete
  7. semua maslah pasti ada jalan keluarnya,,
    jangan pergi dari kenyataan

    ReplyDelete