Get Well Soon


Lahir di tahun yang sama. Tentu saja, mbak lahir lebih dulu dariku. Selalu menjadikanku sebagai adenya. Meski lahir bukan dari rahim yang sama. Kita yang menjalani masa kecil bersama, meski hampir semua kenangan itu sudah terlupa dan ratusan foto masa kecil kita ikut terbakar dengan rumah pada tragedi waktu itu. Kita masih mendengar dongeng dari orang tua kita.


Meski sekarang kita berada di kota yang berbeda, provinsi yang berbeda. Setiap kali berkunjung ke rumahmu, kamar mbaklah yang selalu menjadi tujuanku. Tidur bersamamu, mengenakan pakaianmu, bercerita banyak hal, berbagi banyak hal. Ingatkah saat kecil dulu? saat sama-sama kita menaiki anak tangga untuk ke air terjun sarangan? saat kita menaiki anak tangga candi borobudur? berboncengan sepeda ke pasar menemui mbah. Berkeliling untuk malam takbiran bersama, menyalakan kembang api, bermain di bibir pantai hingga digendong oleh badut dan membuatku menangis.. Mbaklah yang selalu menjadi penghiburku, penolongku..

Namun disaat ujian yang sangat besar menimpamu, aku hanya bisa berada disini. mendo'akanmu. Aku bahkan tak memiliki keberanian untuk berbicara denganmu. Begitu pula denganmu. Sejujurnya ingin segera bertemu denganmu mbak, memberikanmu sedikit kekuatan untuk menjalani semua ini..
Semoga Allah segera memberikanmu kesehatan, selalu memberikanmu kebahagiaan. Masihkah ingat janji mbak untuk kembali mengelilingi bandung bersamaku? cepatlah sembuh, aku masih menunggu janjimu..

10 comments

  1. :'( semoga lekas sembuh ya, Kak, mbaknya...

    ReplyDelete
  2. Sedih :'( Mudah2an Allah kasih kesembuhan buat mbaknya ya, aamiin. Bukan saudara sedarah tapi mirip ya kalian :)

    ReplyDelete
  3. Semoga lekas diberi kesembuhan ya.. :') Untuk Kak Isha yang tabah ya.. :')

    ReplyDelete
  4. Terima kasih teman-teman atas doanya.. sekarang mbak insyaallah sudah tenang di alam sana :)

    ReplyDelete