Dilema Pasca Wisuda Bidan

Inginnya, sebelum wisuda sudah bekerja. Setelah selesai sidang. Gencar cari lowongan kerja. Hingga wisuda terjadi, Belum juga mendapatkan pekerjaan seperti yang diharapkan.

Selagi menunggu mendapatkan pekerjaan, Isha ikut di BPS depan rumah. Di panggil hanya pada saat ada yang melahirkan. Megabdikan sedikit ilmu yang di punya.
 Akhirnya saat yang di tunggu tiba, mendapat panggilan wawancara di Dayeuhkolot. Segala macam di persiapkan untuk wawancara ini. Namun, namanya bukan rezeki. Hanya berakhir sampai tahap wawancara, tak mendapat kelanjutan dari hasil wawancara.

Satu minggu berlalu, mendapat panggilan kembali. Masih di Bandung, namun perjalanannya mencapai 3 jam dari Banjaran. Sampai di sana, Dokter yang mewawancara belum datang. Yang mengikuti wawancara banyak sekali, Senior semua. Yang Freshgraduate cuma Isha aja. Orang tua ikut mengantar pada saat itu, mereka sangat mendukung dan memberikan semangat adahal hati Isha langsung menciut pada saat melihat yang akan di wawancara senior semua selain Isha. Badan pun terasa lelah karena perjalanan yang cukup jauh. 

Wawancara baru di mulai setelah maghrib dan Isha di Wawancara sekitar pukul 9 malam. Dalam perjalanan pulang, Isha muntah. Terakhir kali Isha muntah itu kelas 3 SMP, Isha pulang pergi keluar kota hampir 3-4 kali sebulan. Tapi baru kali ini kondisi sampai seperti itu.

Berhari-hari orang tua menanyakan kelanjutan dari wawancara itu. Dan isha cuma diem aja gatau harus jawab apa, karena sepertinya memang berakhir sampai tahap wawancara :D
Berhubung masih membantu di BPS depan rumah, setidaknya ada sedikit pekerjaan yang bisa menenangkan orang tua. :)

Di akhir bulan November, Isha dapat panggilan wawancara lagi. Kali ini di Bekasi. Pihak klinik meminta untuk wawancara besok harinya, tapi ga ada yang mengantar dan bernegosiasi di hari yang lain. Isha ke Bekasi diantar oleh orang tua, Wawancara kemudian langsung bekerja hari itu juga.

Hari pertama dan kedua, terasa biasa saja. Hari ketiga mulai merasa tidak nyaman. Terutama karena tinggal dengan pemilik kliniknya, bahkan sekamar dengan neneknya. Mulai merangkap seperti asisten rumah tangga, mengantar jemput anak sekolah, menyiapkan air panas untuk mandi, dan sebagainya. Kerja 24 jam tidak masalah, menyapu dan mengepel klinik pun bagi Isha tidak masalah, tapi melakukan hal-hal yang seperti itu? Cukup menggaggu dan menguras hati. hehehe Gaji yang dijanjikan pun hanya 1 juta perbulannya dengan mengerjakan semua itu.

Ada dua orang bidan lain yang juga sama bekerja di klinik tersebut, berhubung freshgraduate dan cukup sulit mencari pekerjaan bagi Bidan Freshgraduate karena belum memiliki STR. ya, di paksakan saja. Itung-itung mencari pengalaman.

Di saat Isha menceritakan hal yang Isha alami dengan teman sejawat yang lain, ternyata nasib tak jauh berbeda. Dengan gaji 500ribu sebulan kerja 24 jam di klinik, namun mendapat kamar pribadi. Ada juga yang di gaji puluhan ribu satu bulan dengan mendapat tambahan uang jika merujuk pasien ke tempat lain, Jauhnya kurang lebih 2 jam dan itu hanya dapat 25ribu. Subhanallah. Sangat mulia sekali bukan? tanpa menilai materi, tetap menolong orang lain dengan ikhlas.

Hingga suatu siang ada misscall ke HP, kemudian masuk sms kalau Isha akan di wawancara besok di RSCM. Isha pun izin dan pergi wawancara dengan diantar poh (bu dhe). Dan Isha pun kembali ke Klinik untuk pamit dan mengambil barang karena akan mulai Training di RSCM selama 2 minggu. Dan selama Isha di sana, sepeserpun Isha tak mendapat uang gaji, Hak yang seharusnya Isha dapatkan.

Ini pengalaman Isha yang ketiga kalinya ke jakarta dan langsung tinggal di sini. Pertama pada saat kelas satu SMP, kemudian pada saat kuliah, dan saat ini. Ya, salah satu mimpi Isha untuk bekerja di Kota Besar khirnya tercapai. Dan hari sabtu besok, Isha akan tanda tangan kontrak selama satu tahun. Semoga segala sesuatunya dilancarkan dan selalu diberi kesehatan. Aamiin

16 comments

  1. Aamiin, wah berliku-liku ya Sha :)
    Smoga ke depannya slalu lancar dan sukses ya :)

    ReplyDelete
  2. alhamdulillah,semoga berkah ya mbak....sukses untuk pekerjaan barunya ^^

    ReplyDelete
  3. wah sukses semngat ya mbak semoga diniatin karena Allah jadi ringan semua mudah alhamdulillah....:) salam eknal y mbak....

    ReplyDelete
  4. Jadi sekarang kerja sebagai bidan di RSCM? Selamat yaa.. Semoga betah dan berkah :)

    ReplyDelete
  5. ohh. ..lulusan bidan ya ternyata. :)
    Beda dong sama aku. #hloo

    Bener-bener perjuangan banget ya, menguras hati dan emosi, sampai sempet merangkap seperti asisten rumah tangga segala. Tapi apapun itu, kita bisa membuatnya menjadi sebuah cerita bukan?? whehe

    Ohh iya, selamat ya udah keterima di RSCM, walopun aku enggak ngerti itu persisnya dimana. #Jujur

    ReplyDelete
  6. mbak anisa bleh tanya issu terbaru disertai konflik dan dilema bagi bidan itu gi mana ya..??

    ReplyDelete