Prompt #12: Konde


Aku terkejut saat aku secara tak sengaja menyenggol sesuatu yang besar dan menyembul. 

Astaga! Konde? Tapi, siapa yang pakai konde di rumah ini?

Ku datangi Mama yang sedang menjahit.

"Mama, ini konde punya mama ya?" Tanyaku heran.

"Engga, kamu tahu kan selama ini mama paling anti pakai konde. Wong rambut mama udah panjang gini, bisa di sanggul sendiri gak perlu pakai konde."

"Sini!" Tiba-tiba tangan kekar itu meraih konde dari tanganku.

"Itu konde punya siapa bang?" Pertanyaan itu tak mendapat jawaban, abang berlalu begitu saja.

*  *  *
Malam itu, aku di suruh mama mengantarkan baju hasil jahitan. di jalan aku melihat seseorang yang tak ku kenal dengan konde yang ku temukan kemarin.

Aku berjalan mendekatinya. Ku lihat dia dari dekat.

"Abang?" Aku kaget bukan main.

Abang yang di todong begitu langsung berlari. Aku mengejarnya. Pria itu begitu cepat berlari, aku yang membawa baju jahitan tergopoh-gopoh menyusulnya. 

"Aw!" Ku lihat abang terjatuh, mungkin dia tidak terbiasa berlari dengan hak 10 cm itu. Aku berlari lebih cepat.

Ku tarik baju yang di kenakannya, saat dia hendak berdiri "Abang, ngapain pakai baju dan dandanan seperti ini?" Ku genggam baju itu kuat-kuat, agar dia tak lari lagi.

Abang tertunduk "Maafkan abang, abang begini agar bisa membantu mama mencari uang. Abang lakukan ini agar kamu bisa tetap sekolah."

Aku menangis. Abang rela mengenakan baju perempuan dengan konde, mengamen di jalan demi aku sekolah. Seluruh persendianku terasa lemas.


20 comments

  1. Ah.. Rahasia besar abang akhirnya terkuak.. :D

    ReplyDelete
  2. Subhanallah, demi keluarga seorang abang rela melakukan itu
    Namun asalkan apa yang dikerjakannya hallal tak apa lah kita sebagai keluarganya harus tetap mendukungnya dan semoga mendapatkan pekerjaan yang lebih layak lagi. Amin :)

    ReplyDelete
  3. terlepas cerita yg mengharukan, saya prefer "aku" ga langsung nembak, "Abang?" gitu pas ketemu. jadi biarin aja dia peasaran sambil kejar2an sama si abang, pas udh dapet baru deh ketauan! jeng jeeeeng....

    ReplyDelete
    Replies
    1. kurang panjang ya mbak? hihihi kurang wow gitu ;p

      Delete
    2. bukan kurang panjang, ff ini malah udah ketauan duluan pas masih di tengah2 cerita. kurng padat menurutku.

      Delete
    3. pas si abangnya ngerebut kondenya ya?
      isha ga ngerti, bagian mana yg harus di padat.innya :(

      Delete
  4. itu kalo si Pak Guru Sulung liat pasti diprotes penulisan kata awalan di- nya :))))

    Betul mpok Isti. Twistnya bisa dipertajam lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. di yang mananya mbak?

      harus belajar lebih lagi :)

      Delete
  5. aduh, Abang... semoga lekas dapat kerjaan baru, yaa :)

    ReplyDelete
  6. bagus *pinginsekalemmbaklatree *getok :D

    ReplyDelete
  7. Lagi ngebayangin si abang make konde lagi kejer-kejeran sama adek nya *hihihi*

    ReplyDelete