ANGKA KEMATIAN BAYI DAN ANGKA KEMATIAN BALITA

Singaparna, Indonesia

Angka Kematian Bayi  (AKB)
Definisi 
     Angka Kematian Bayi (AKB) adalah banyaknya kematian bayi berusia dibawah satu tahun, per 1000 kelahiran hidup pada satu tahun tertentu

Konsep Dasar AKB:
1. Kematian Bayi (usia lahir - <1 th)
2. Penyebab bisa endogen/eksogen.
3. Endogen (kematian neonatal): Kematian pada bulan pertama. Penyebab :  Faktor yang dibawa sejak lahir/  diperoleh dari orang tua saat konsepsi/selama  kehamilan
4. Eksogen (kematian post neo-natal) : Kematian setelah usia 1 bulan - 1 tahun.  Penyebab bertalian dengan pengaruh lingkungan luar

Kegunaan AKB
1. Menggabungkan keadaan sosek masyarakat
2.  Pengembangan perencanaan
3. Sebab Endogen: Prog. pelayanan kesehatan Ibu hamil (pemberian pil besi & suntikan TT)
4. Sebab Eksogen: Pengembangan program imunisasi, Prog. pencegahan penyakit menular (pada anak2), Prog. penerangan tentang gizi dan pemberian makanan sehat pada balita

AKB Masih Tinggi yaitu 35/1000 kelahiran hidup
Laporan BPS:
  • Th 1967 s/d 1996 cenderung menurun
  • Th 1967-1976 (9 tahun) penurunan rata2 per tahun adalah 3,2 % yaitu dari 145 menjadi 109 per 1.000 kelahiran hidup
  • Periode 1986-1992 penurunannya rata2 per tahun adalah 4,1 % yaitu dari 71 menjadi 60 per 1.000 kelahiran hidup
  • Hasil proyeksi terlihat bahwa AKB pada tahun 1992 sebesar 60 per 1.000 kelahiran hidup yang cenderung menurun menjadi 54 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1996
  • Sedangkan berdasarkan jenis kelamin terlihat bahwa angka kematian pada bayi laki-laki tampaknya lebih besar dibandingkan pada bayi perempuan.
  • Dinkes Jabar 2005 : 43/1000 kelahiran hidup (+ 2000 bayi), nasional 36/1000 kelahiran hidup
Pola penyakit penyebab kematian bayi
  • SKRT th 1986 berbeda dengan SKRT th 1992 (Beda jumlah propinsi yang dijadikan sampel)
  • SKRT 1986
  • Tetanus Neonatorum (19,3%) (ke-1)
  • SKRT 1992
  • ISPA (36%) (ke-1)
  • Gangguan perinatal (ke-5)
Pola penyakit penyebab kematian bayi
  • SKRT 1995
  • Penyakit sistem pernapasan (ke-1)
  • Gangguan perinatal (ke-2)
  • Jawa-Bali
  • Gangguan perinatal (33,5%)
  • Luar Jawa Bali
  • Penyakit Sistem pernafasan
Cara Menghitung AKB

AKB            = Angka Kematian Bayi / Infant Mortality Rate (IMR)
D 0-<1th      =Jumlah Kematian Bayi (berumur kurang 1 tahun) pada satu tahun tertentu  di daerah tertentu.
∑lahir hidup  = Jumlah Kelahiran Hidup pada satu tahun tertentu di  daerah tertentu 
K                 = 1000


Angka Kematian Balita (AKABA)
Konsep
    Balita atau bawah lima tahun adalah semua anak termasuk bayi yang baru lahir, yang berusia 0 sampai menjelang tepat 5 tahun (4 tahun, 11 bulan, 29 hari). Pada umumnya ditulis dengan notasi 0-4 tahun

Definisi
      Angka Kematian Balita adalah jumlah kematian anak berusia 0-4 tahun selama satu tahun tertentu per 1000 anak umur yang sama pada pertengahan tahun itu (termasuk kematian bayi)
Menggabungkan tingkat permasalahan kesehatan anak dan faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap kesehatan anak Balita seperti gizi, sanitasi, penyakit menular dan kecelakaan.

Estimasi BPS

Th 1986 – 1993 terdapat penurunan yang cukup berarti, yaitu dari 111 per 1.000 menjadi 81 per 1.000 kelahiran hidup
Angka kematian tertinggi pada Propinsi Nusa Tenggara Barat (162 per 1000 kelahiran hidup) dan  terendah di Propinsi DKI Jakarta ( 47 per 1.000 kelahiran hidup).
Penyakit Penyebab, SKRT 1995, 5 (lima) penyakit :
  • Sistem Pernafasan (30,8%)
  • Gangguan perinatal (21,6%)
  • Diare (15,3%)
  • Infeksi dan parasit lain (6,3%)
  • Saraf (5,5%), serta Tetanus (3,6%)
Cara Menghitung 

Jumlah Kematian Balita (0-4)th  = Banyaknya kematian anak berusia 0-4 th pada satu tahun  tertentu di daerah tertentu
Jumlah Penduduk Balita (0-4)th = jumlah penduduk berusia 0-4 th pada pertengahan tahun tertentu di daerah tertentu
K = Konstanta, umumnya 1000

No comments